Tigma Membunuh
Download Tigma Membunuh PDF/ePub or read online books in Mobi eBooks. Click Download or Read Online button to get Tigma Membunuh book now. This website allows unlimited access to, at the time of writing, more than 1.5 million titles, including hundreds of thousands of titles in various foreign languages.
Stigma Membunuh
Stigma Membunuh Penulis : Santy Syafaat Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-270-670-5 Terbit : November 2020 www.guepedia.com Sinopsis : Hati dan jiwanya hancur dengan beban ganda yang diterima, hamil dan tertular virus HIV. Membuatnya berpikir bunuh diri. Meninggalkan kenangan dan mengikuti jalan Tuhan. Ia terbuang dan terbaring tak berdaya tanpa sanak keluarga. Terbuang dari rasa kemanusiaan, keibuan, kebapakkan dan kekerabatan hanya karena dalam cairan tubuhnya terdapat virus HIV. Membuatnya memohon pada Tuhan agar melepaskan jiwa dan raganya dari belenggu kesedihan dan penderitaan. Jemari yang dulu kuat mencengkram kehidupan yang dilaluinya seolah mencengram hati yang menyakitinya dengan derita. Kesunyian mendera lubuk hatinya. Ia merasa ajalnya akan segera tiba. Ketika cahaya memenuhi jagat raya, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Meninggalkan semua harapan dan impian. Itulah kehebatan stigma, mampu menghilangkan nalar dan keimanan. Stigma dan diskriminasi yang dilakukan tenaga medis, tercatat baik dalam hati dan jiwa hingga akhir hayat. Stigma melululantahkan nurani, kekuatannya mengakibatkan kematian. www.guepedia.com Email : [email protected] WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys
Merefleksi Diri, Melawan Stigma
Dengan metode participatory action research (PAR) berparadigma kritikal dan berpendekatan eksistensial, riset ini bermaksud untuk melakukan pemberdayaan ODHA yang aktif terlibat dalam Teater Surya Community di Surabaya, terutama dalam mengatasi dampak stigma dan diskriminasi yang harus dihadapi ODHA. Secara teoritik, riset ini untuk memahami keterkaitan antara pemberdayaan ODHA dengan teater dan efek yang mungkin dihasilkan dari proses pemberdayaan ODHA di Surya Community dan dampaknya pada aspek psikososial kehidupannya, terutama dalam menangani stigma dan diskriminasi. Secara praktis, riset bertujuan meningkatkan aksi teater pemberdayaan Surya Community hingga ke tahap yang lebih refleksif dan terfokus dalam mencapai tujuan. Riset ini menggunakan metode observasi, wawancara individual dan focus group discussion (FGD) sebagai cara mengumpulkan data. Keterlibatan peneliti bersifat partisipatif dan tidak bebas-nilai. Riset ini melibatkan partisipasi 15 anggota komunitas termasuk koordinator dalam proses pengambilan data. Hasil riset tahap asemen menunjukkan perlunya tindakan-pemberdayaan-diri (self-empowering) yang bersifat internal, berkelanjutan dan memiliki dampak langsung pada kualitas hidup partisipan sebagai individu dalam merubah lingkungannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode Theatre of the Oppressed (Boal, 1985; 1995; & 2002) digunakan sebagai intervensi untuk meningkatkan kapasitas manajemen diri, kesadaran terhadap stigma internal dan daya juang partisipan dengan cara menjadikan tubuh lebih ekspresif, pelenturan, dikotomi diri dan telemikroskopik. Pelaksanaan dilakukan dengan format pelatihan selama 2 hari dengan melibatkan 6 orang partisipan. Hasilnya menunjukkan metode ini berpotensi dalam melakukan pemberdayaan terhadap ODHA, namun kurang berhasil menunjukkan kaitan langsung dengan aspek psikososial kehidupan partisipan. Theatre of the Oppressed membantu partisipan dalam memahami masalahnya secara lebih “berjarak” dan kreatif mencari solusi. Kata kunci: ODHA, pemberdayaan, aspek psikososial, stigma, diskriminasi, Theatre of the Oppressed
Islam dan Stigma Radikalisme
Author: Slamet Muliono Redjosari
language: id
Publisher: Airlangga University Press
Release Date: 2020-11-02
Buku ini terkumpul dari artikel pilihan yang dimuat di fokus Islam.com. Media online ini menjadi pilihan karena bersedia memuat tulisan-tulisan yang membela kepentingan umat Islam. Tidak banyak media yang bersedia memuat tulisan-tulisan yang melawan media mainstream, khususnya pihak-pihak yang phobia pada Islam. Yang banyak, justru media mainstream justru ikut larut, dan bahkan menjadi bagian dari upaya untuk menyudutkan umat Islam. Islam seringkali dituduh sebagai agama yang menopang gagasan-gagasan intoleran. Tidak heran bila ketika muncul tindakan-tindakan terorisme dan radikalisme, dengan serta merta Islam menjadi sasaran tuduhan.