Mayat
Download Mayat PDF/ePub or read online books in Mobi eBooks. Click Download or Read Online button to get Mayat book now. This website allows unlimited access to, at the time of writing, more than 1.5 million titles, including hundreds of thousands of titles in various foreign languages.
Mayat
Author: Ray Rizal
language: id
Publisher: PT Balai Pustaka (Persero)
Release Date: 1997-01-01
Kita tidak pernah tahu mengapa Ray Rizal memilih judul Mayat Yang Kembali untuk kumpulan cerita pendeknya ini. Akan tetapi, tampaknya buku ini merupakan karyanya yang terakhir yang diterbitkan oleh Balai Pustaka, karena ia sudah berpulang tanggal 7 Januari 1997. (Balai Pusaka)
Doa Menghadapi Kematian
Barang siapa mencintai pertemuan denganAllah (di akhirat), Allah pun senang bertemu dengannya.? ?Sabda Rasulullah Saw. Bagi sebagian besar orang, kematian merupakan sesuatu yang menakutkan. Namun, bagi orang beriman yang telah mempersiapkan diri menjumpai Allah, kematian justru momen sangat indah yang dirindukan. Bukankah kematian mengantarkan orang beriman dari kehidupan dunia yang fana ke kehidupan akhirat yang abadi. Inilah buku yang menyajikan tidak sekadar doa-doa untuk menjemput kematian, tetapi juga uraian hikmah mendalam tentang bagaimana kita menyiapkan perbekalan menuju kehidupan yang sesungguhnya. Sebuah buku yang selayaknya dibaca bagi siapa pun yang bersiap-siap menjumpai husnul khatimah (kematian yang indah). ?Doa adalah khazanah spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah. Buku ini mengajak kita untuk menyambut kematian yang indah melalui kesalehan sosial dan spiritual.? ?Dr. Umar Ibrahim, dosen tasawuf di STAIN Surakarta ?Merenungkan makna kematian bukan berarti kita pasif melainkan aktif mengisi kehidupan dengan amal shaleh, dan mengingat fasilitas umur yang begitu pendek.? ?Prof. Dr. Komarudin Hidayat, penulis bestseller Psikologi Kematian.ÿ[ Mizan, Mizania, Agama Islam, Doa, Indonesia]
Gigitan
Seorang demi seorang mangsa mati lemas di pantai perkelahan Port Dickson. Mayat mangsa tidak ditemui dan hilang ghaib begitu sahaja. Insiden ini membuatkan Inspektor Hadi keliru dan bingung memikirkan hal ini. Belum pernah terjadi insiden seperti ini. Inspektor Hadi telah meminta bantuan Imran, pengawal pantai yang bertugas di situ untuk menyiasat. Namun masih gagal mendapat apa-apa maklumat. Seorang wartawan bernama Jamal telah menulis cerita tentang insiden ini dan mengatakan yang mangsa bukan lemas tapi dipercaya dibaham buaya. Inspektor Hadi dan Imran tidak mempercayai cerita itu sehinggalah pada suatu hari abang ipar Imran, Darus mendapat kecederaan di kaki ketika berkelah di pantai itu. Kesan gigitan itu telah disahkan oleh Doktor Rayan yang mangsa digigit buaya. Mungkin buaya itu sesat dan masuk ke laut untuk mencari makanan. Berita itu telah menggemparkan penduduk di situ. Mereka tidak berani lagi keluar berkelah di hujung mimggu dan ini membuat sektor pelancongan Port Dickson terjejas teruk. Benarkah pantai Port Dickson tercemar dengan buaya? Betul ke cerita yang ditulis Jamal atau hanya rekaan semata-mata? Tapi Doktor Rayan mengesahkan yang mangsa digigit buaya. Inspektor Hadi dan Imran Buntu memikirkan hal ini. Sama ada ia betul ataupun tidak, hanya akan terjawab dalam novel ini.