Hati Suhita Series
Download Hati Suhita Series PDF/ePub or read online books in Mobi eBooks. Click Download or Read Online button to get Hati Suhita Series book now. This website allows unlimited access to, at the time of writing, more than 1.5 million titles, including hundreds of thousands of titles in various foreign languages.
Majalah Aula ed Juli 2023 - Wujudkan Semangat Haji Ramah Lansia
UMMURRISALAH Upaya Nyata Lahirkan Keluarga Impian - Usai perhelatan peringatan 1 abad NU, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf telah memberikan sinyal bahwa kepengurusan di tingkat bawah akan kebanjiran khidmah dengan kehadiran Gerakan Keluarga Maslahat NU atau GKMNU. Sinergi Khidmah Jamiyah untuk Jamaah - Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) adalah program untuk mensinergikan khidmah struktur NU atau jamiyah NU untuk jamaah. Sehingga, tujuan akhirnya adalah kualitas kehidupan jamaah NU yang lebih baik. WAWANCARA Wujudkan Semangat Haji Ramah Lansia - Pada setiap penyelenggaraan ibadah haji, sangat banyak negara yang berkunjung ke Daker Makkah atau Kantor Urusan Haji. Mereka belajar dan membahas banyak hal terkait pelaksanaan haji yang dilakukan Kementerian Agama RI, sehingga meski memiliki calon haji yang demikian besar, tapi sukses dalam pelayanan dan pendampingan. NUANSA Hati Suhita: Pesantren dan Oase Film Mutaakhir - Tak banyak karya novel kalangan pesantren dan mengangkat isu pesantren yang sukses serta laku keras di pasaran. Di antara yang tak banyak itu ialah novel Hati Suhita, karya Khilma Anis. Buku karangan perempuan kelahiran Jember, 4 Oktober 1986 yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Annur Kesilir Wuluhan Jember ini bahkan hingga difilmkan di layar lebar dengan judul yang sama. Dan masih banyak rubrik menarik lainnya
INTERSEKSI GENDER
Buku Interseksi Gender: Perspektif Multidimesional Terhadap Diri, Tubuh, dan Seksualitas dalam Kajian Sastra Perspektif dalam kajian gendertidaklah bersifat tunggal. Ada dinamika yang terus bergerak secara teoritis dalam merespon perkembangan teori-teori feminisme yang mengalami kemajuan pesat sejak tahun 1970-an. Memandang bahwa perempuan secara universal memiliki nasib yang homogen, seperti yang dijelaskan oleh Gerakan Feminisme Gelombang Kedua dianggap oleh para feminis, yang kebanyakan bukan feminis kulit putih, terlalu mengeneralisasi persoalan perempuan (Mohanty, 1984; Crenshaw, 1992; Collins, 1989). Ketiganya sepakat bahwa perempuan memiliki nasib yang tidak sama dalam batas-batas sejarah, sosial, politik maupun geografis. Perspektif gender dengan fokus pada intersectionality menjadi cara untuk mengkonseptulisasikan hubungan antara sistem-sistem opresi yang membangun identitas kita yang bersifat multipel dan juga lokasi sosial kita yang berada di dalam hierarki kekuasaan. Idenfitas gender tidak muncul begitu saja tetapi berada di dalam sebuah sistem kekuasaan yang di dalamnya ada legitimasi dan privilese dari kelompok-kelompok yang menjadi kultur dominan.