Diterjemahkan dari Nineteen Eighty-Four, Penguin Books, Middlesex, 1982
Novel yang terbit pertama kali tahun 1949 ini merupakan satire tajam, menyajikan gambaran tentang luluhnya kehidupan masyarakat totalitarian masa depan yang di dalamnya setiap gerak masing-masing warga dipelajari, bahkan setiap kata-kata yang terucap disadap, dan setiap pemikiran dikendalikan.
Karya yang merupakan semacam impian "futuristis" buram ini kemudian luas dibaca sebagai komentar atau kritik sosial. Hal ini tidak mengherankan, karena pada saat novel ini ditulis, kehidupan warga Inggris, tempat novel ini ditulis, ketika itu sedang sesak, sumpek, dengan birokrasi pemerintahannya. Bersamaan dengan itu, totalitarianisme sedang menghantui. Nazi Jerman serta Cina yang kekar dan garang masa itu mencekam kesadaran politik Barat.
Buku ini mempunyai pengaruh yang mencekam karena gambaran kengerian dan peringatannya yang masuk akal tentang kediktatoran baik kanan maupun kiri. Hingga kini buku ini merupakan karya penting Orwell yang mengantarkannya ke puncak kemasyurannya.