Di tengah rangkaian demonstrasi mahasiswa sepanjang tahun 1998, Esi, aktivis mahasiswi yang vokal, bertemu dengan Ray, fotografer jurnalistik ternama yang jadi pengagumnya. Kisah kasih mereka yang indah dan penuh petualangan tidak berkelanjutan, karena Ray takut berkomitmen. Laki-laki itu lebih mengutamakan profesinya, menganggap kamera sebagai istri pertamanya.
Esi sangat terpukul. Sebagai pelariannya, ia memutuskan menikah dengan Khatam, pacarnya semasa SMA, yang menganut agama berbeda darinya. Itu dilakukannya sebagai pembalasan kepada Tuhan, karena ia merasa telah dicobai melampaui kekuatannya. Namun ternyata ia tidak mampu menyingkirkan Ray dari lubuk hatinya yang terdalam. Sampai kapankah ia akan bertahan sebagai pendosa?