Arimbi, seorang aktivis lingkungan hidup yang bekerja di LSM Bumi, ditugaskan untuk melakukan investigasi mengenai kasus kebakaran hutan yang terjadi di Siak, Riau. Arimbi galau, karena Riau memberikannya kenangan sedih, yaitu saat calon suaminya, Afnan, meninggalkannya demi gadis Riau. Arimbi tetap berangkat ke Siak, meskipun benaknya diliputi kegamangan. Di Siak, ia dijemput oleh Septian, aktivis Bumi yang ada di Riau.
Mualim, seorang pemuda Siak, ditangkap oleh petugas kepolisian karena dituduh terlibat dalam pembakaran hutan. Ketidakadilan terlihat karena justru pelaku sebenarnya, pemilik perkebunan kelapa sawit, PT. NSA, yang melakukan pembakaran besar-besaran, tidak ditangkap.
Arimbi, Septian, dan aktivis Bumi lainnya berusaha mencari kebenaran, siapa yang paling bersalah: apakah warga yang membakar hutan dalam skala kecil atau perusahaan kelapa sawit yang membakar dalam skala besar?
Baca selengkapnya hanya di Cabaca.id