Terbit hanya 5 tahun setelah edisi bahasa Inggrisnya beredar.
Bersetting tempat di Airstrip One (Atau dulu dikenal dengan Britania Raya), novel ini menjadi semacam ramalan atas apa yang akan terjadi di masa depan. Pada masa itu, kehidupan warga Inggris, tempat novel ini ditulis, sedang sesak dengan Partai Buruh yang berkuasa. Ditambah lagi bayang-bayang Nazi Jerman dan Cina yang sangat mencekam sebagai imbas dari Perang Dunia. Maka, terbitnya novel ini menimbulkan semacam kengerian dan peringatan.
Gambar sampul milik Bandung Mawardi