Telingaku tergelitik suara guyuran air yang terdengar cukup jelas dari tempatku duduk. Memancingku untuk berdiri. Pura-pura melihat foto yang terpajang di dinding. Perlahan tapi pasti, aku sudah di depan pintu kamar mandi tempat kakak Nanda berada. Suara guyuran semakin jelas dan aku mengambil kursi di dekat sana. Berjinjit. Kepala kakak Nanda samar terlihat dari ventilasi di salah satu sisi di atas kamar mandi.
Seperti tahu ada mata asing diam-diam mengintipnya, tiba-tiba kakak Nanda menoleh. Habislah aku! Wajahnya tampak terkejut dan refleks mengempaskan segayung penuh air ke arahku. Tepat masuk ke mata. Keseimbanganku goyah dan...
"BRUK!"