Bungo si anak Rimba memilih untuk tidak ikut mlangun. Dia tetap tinggal di pemukiman terakhirnya sementara sanak keluarganya bergerak menuju tanah baru. Bungo telah percaya bahwa dunia lebih luas dari sebatas hutan dan perempuan bisa punya pilihan lebih baik. Orang-orang bilang dia terpengaruh oleh Sokola Rimba, oleh pelajaran membaca dari Orang Terang.
Sementara pembaca sibuk memetakan apakah Bungo seorang gadis kecil yang tercerahkan atau justru yang tercerabut dari akar; apakah ia mengalami kemajuan atau justru kemunduran; nasib Bungo terus terombang-ambing di antara desakan dunia modern, kepentingan pemerintah, dan bengisnya korporasi yang tak peduli longsor maupun banjir.