Zaweeya terdampar di sebuah mukim mimpi yang mematangkannya, Satu per satu peristiwa yang terjadi, membabitkan rindu dalam samar. Menambah keliru, rindu yang mekar rupanya menjadi rebutan sehingga membuahkan dendam.
Wafi merasakan keanehan menyelubungi dirinya semenjak peristiwa di Masjid Kuala Dulang; peristiwa di mana Zaweeya menyerunya sebagai Indera Laksamana. Terasa dirinya sehebat Hang Tuah. Keanehan itu telah menbuahkan kasih terhadap Zaweeya.
'Lebih berdosa kalau mencuri. Lebih - lebih lagi mencuri hati' - Zaweeya
'Boleh saya minta sepotong hati awak sebagai hukumannya?' - Wafi