Begitulah Rissa akan menulis jika diminta menuliskan biodatanya. Gadis itu sangat mencintai olahraga lari, mengidolakan Dirga, kakak kelasnya yang mantan atlet Iari, kemudian suka sekali mengusili Zaga yang sok perhatian padanya. Jabatannya sebagai Ketua OSIS dan klub Iari di sekolah, membuatnya harus menghadapi berbagai hal. Mulai dari anak—anak bandel yang tetap merokok dan berpacaran di sekolah meski sudah diperingatkan, hingga masalah penentuan siapa yang akan mewakili sekolah untuk seleksi nasional. Apakah dirinya lagi, ataukah Patra, anak kelas X yang memiliki kemampuan setara dengannya?
Lalu, karena kedekatan Rissa dan Zaga, rahasia-rahasia mulai terkuak. Alasan Rissa terus berlari pun akhirnya terbongkar. Hingga puncaknya, Rissa digosipkan tertangkap basah tengah berpelukan dengan Zaga di ruang klub Iari yang sedang sepi. Gosip itu membuat Rissa terpaksa dinonaktifkan sebagai Ketua OSIS dan terancam tidak bisa mewakili sekolah mereka untuk seleksi nasional di Jakarta. Rissa terang-terangan menampik gosip itu. Sementara Zaga berjanji akan sesegera mungkin membuktikan diri mereka tidak bersalah agar Rissa bisa tetap berangkat ke Jakarta dan menemui tujuannya.