Sudah lama sekali sejak terakhir kalinya aku melihat senyum mengembang di wajah Ibu. Ketika itu, Ibu datang untuk melihatku berpidato pada acara perpisahan di sekolah dasar, sekitar lima tahun yang lalu.
Sekarang aku bahkan hampir lupa bagaimana wajah Ibu ketika tersenyum bila aku tidak kembali melihat-lihat album foto keluarga kami yang pernah bahagia. Ibu selalu tampak tersenyum di semua foto. Bahkan ketika beberapa saat setelah berhasil mengeluarkanku dari dalam rahimnya pun dia masih bisa tersenyum kepadaku. Momen itu tak dilewatkan Ayah untuk diabadikan dalam sebuah kamera tua yang katanya warisan Kakek.
Ayah senang memotret Ibu. Hanya Ibu. Tapi itu sudah tidak dilakukannya lagi ketika dia menemukan perempuan lain. Dan senyum Ibu pun lenyap seketika, tergantikan oleh tangisan.
Aminati, Senyum Abadi Ibu