"Katanya, dulu ada gadis SMA yang senang nonton ke bioskop. Dia semata wayang, mungkin karena itu orang tuanya jadi over protektif padanya. Khawatir dengan nilai dan pergaulannya jika suka keluar menonton. Orang tuanya melarangnya pergi ke bioskop. Tapi gadis ini sering kabur dan mencuri kesempatan menonton. Hingga akhirnya orang tuanya tahu, marah besar dan ia kabur. Namun ia ditabrak mobil sewaktu menyebrang jalan dan tewas. Konon, ia suka menampakkan diri di bangku belakang bioskop-bioskop. Entah kenapa," Nada justru bercerita.
"Lalu, buat apa kamu cerita?" Pikiranku sudah kemana-mana, mengkait-kaitkan logika dengan tiap prakiraanku terhadapnya. Ia tersenyum lagi, tak menjawab.